Mengenal Victor Datuan Batara Lebih Dekat

Tana Toraja, oketoraja.com- Hampir separuh usianya dia habiskan menjaga keamanan dan memberikan rasa aman damai dan tenteram bagi masyarakat sebagai anggota Polri.

Victor Datuan Batara tercatat sebagai anggota Polri sejak tahun 1987 dan lebih banyak bertugas di wilayah konflik, Sulawesi Tengah kala itu. 

Victor yang akrab disapa VDB pernah tercatat sebagai Komandan Satgas Tinambola Poso. Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, Kabidkum Polda Sulteng, Wakapolres Toli Toli. VDB juga pernah penjabat sebagai Kasat-3 pada Dit Reskrim Polda Sulsel. Hingga akhirnya pada tahun 2009, kembali ke kampung halamannya, Tana Toraja sebagai Kapolres.

Sebagai orang nomor satu di jajaran Polres Tana Toraja, VDB komitmen menjaga keamanan dan kenyamanan  warga Tana Toraja dari berbagai penyakit masyarakat. Diantaranya,  Narkoba, pencurian, premanisme, kekerasan, hingga korupsi. 

Dirinya rela menghabiskan waktunya merawat masyarakat Tana Toraja sebagai mana tugasnya sebagai Kapolres, sehingga masyarakat dapat bekerja, mencari rejeki hingga dapat tidur dengar nyenyak. 

Konon dengar cerita, VDB tercatat sebagai salah satu lulusan terbaik pendidikan pemberantasan terorisme di tanah air, namun dirinya lebih memilih menjadi anggota Polri biasa dan tidak melanjutkan pada kesatuan itu. 

Pendidikan bagi VDB teramat penting bagi dirinya dan keluarganya. Pada tahun 1966 hingga 1979, Victor menghabiskan masa kecil hingga remaja di Tana Toraja sebelum  dirinya ke Ujungpandang (sekarang Makassar) melengkapi pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.

Semenjak menempuh pendidikan, VDB juga aktif dalam dunia organisasi. Tercatat sebagai anggota BPM ( badan perwakilan mahasiswa ) pada Fakultas hukum Unhas. Aktif sebagai pengurus DPM  FH Unhas serta anggota GMKI Makassar.  Juga pernah menjabat sebagai Ketua OSIS SMA 276 Makale.

Keluarga VDB sangat sadar betapa pentingnya dunia pendidikan. Maka dari itu, seorang anaknya Angelica, dia kirim ke Inggris untuk menempuh pendidikan di negara yang terkenal dengan dunia pendidikannya.  

Dimasa kepemimpinannya sebagai Wakil Bupati Tana Toraja (2016-2021) berbagai kebijakan terobosan populis dilakukan Victor Datuan Batara bersama Bupati Nicodemus Biringkanae untuk meningkatkan  kesejahteraan dan nilai-nilai Sumber Daya Manusia di kabupaten yang dikenal dengan sebutan Bumi Lakipadada.

Salah satu terobosan yang sangat fenomenal dilakukan VDB yang yang langsung menyentuh masyarakat dan sudah direalisasikan VDB di masa kepemimpinannya, yakni mengurus bandara Toraja yang sempat mangkrak 5 tahun. 

Dimana saat itu, VDB tidak bosan-bosannya serta tidak kenal lelah menemui para pemangku kepentingan kebijakan di pemerintah pusat, mulai dari Wakil Presiden, Menteri Perhubungan bahkan para Anggota DPR RI agar pembangunan bandara toraja dilanjutkan. Alhasil, pembangunan bandara toraja pun dilanjutkan sampai tuntas dan beroperasi di akhir masa jabatan kepemimpinan Nicodemus Biringkanae sebagai bupati dan Victor Datuan Batara sebagai Wakil Bupati Tana Toraja.

Garda Terdepan Penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Tana Toraja

Tak lepas dari ingatan kita semua, bagaimana seorang Victor Datuan Batara  menjaga wilayah kabupaten Tana Toraja agar Covid -19, virus yang mewabah dunia tidak menjalar luas di daerah kita ini. 

VDB Jadi Garda Terdepan Penanggulangan Covid-19 di Tana Toraja

Pagi, siang hingga malam, Victor tak kenal lelah. Ia berusaha dan bekerja maksimal agar virus itu tak menjalar jauh. Bersama Pak Nico tentunya, Victor juga memikirkan bagaimana agar  Covid itu tidak terlalu berdampak pada sendi kehidupan dan perekonomian masyarakat Tana Toraja. 

Victor juga tak ada ketakutan menemui rakyatnya, ke Jakarta menemui pemerintah pusat, mengurus segala bantuan untuk masyarakat Tana Toraja.  Dan tiba akhirnya, Victor lah yang sakit akibat terjangkit Covid-19, entah di mana ia terjangkiti.  

Namun demikian, VDB tak patah arang dan tak putus semangat, cukuplah ia yang sakit bukan rakyatnya.  Hasil kerja kerasnya pun membuahkan hasil.

Dimana, kabupaten Tana Toraja merupakan daerah pertama yang mendapat predikat zona orange Covid-19 di Sulawesi Selatan. Tak berselang lama, Tana Toraja juga memulai menerapkan sekolah tatap muka.


Penulis: Onix