Tanatoraja, oketoraja. com – Ketua DPRD Tana Toraja, Kendek Rante, meminta Pemerintah Kabupaten Tana Toraja melalui instansi terkait untuk melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi dan harga tabung gas elpiji 3 kilogram yang saat ini dilaporkan mencapai Rp30 ribu per tabung di tingkat pengecer.
Kendek Rante diketahui aktif menyuarakan fungsi pengawasan DPRD terhadap berbagai persoalan yang berdampak langsung pada masyarakat.
Menurut Kendek Rante, kenaikan harga gas subsidi tersebut sangat memberatkan masyarakat kecil, terutama pelaku usaha mikro dan rumah tangga yang selama ini bergantung pada elpiji 3 kg untuk kebutuhan sehari-hari.
“Pemerintah daerah harus segera turun melakukan pengawasan. Jangan sampai harga elpiji 3 kg terus melambung dan memberatkan masyarakat. Ini merupakan kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan warga,” tegas Kendek Rante.
Ia meminta dinas terkait bersama aparat pengawas untuk menelusuri penyebab tingginya harga elpiji di tingkat pengecer. Jika ditemukan adanya penimbunan atau praktik distribusi yang tidak sesuai aturan, maka harus segera ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.
Kendek juga menegaskan bahwa gas elpiji 3 kg merupakan barang subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Karena itu, distribusinya harus tepat sasaran dan tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan berlebihan.
Selain pengawasan, DPRD Tana Toraja juga mendorong pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan pasokan elpiji 3 kg tetap tersedia dan harga di lapangan tetap terkendali.
“Kami berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar harga kembali normal dan masyarakat tidak semakin terbebani,” pungkasnya.
Keluhan mengenai tingginya harga elpiji 3 kg belakangan semakin banyak disampaikan masyarakat di berbagai wilayah Tana Toraja. Di sejumlah pengecer, harga tabung gas subsidi tersebut dikeluluhkan telah mencapai Rp30 ribu per tabung, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET)
Penulis : Onix
