![]() |
| Perwakilan DPRD Tana Toraja Menerima Aspirasi Aliansi Masyarakat Toraja Tolak Geoternal |
Tanatoraja, oketoraja.com – Rencana pengembangan proyek geotermal di Kecamatan Bittuang kembali menuai penolakan. Aliansi Masyarakat Toraja menggelar unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tana Toraja, menuntut penghentian rencana tersebut, Kamis, 19 Februari 2026
Dalam orasinya, massa aksi menyoroti bahwa berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tana Toraja, Kecamatan Bittuang masuk dalam kategori daerah rawan longsor.
Kondisi geografis yang didominasi perbukitan dan lereng curam dinilai sangat rentan terhadap aktivitas eksplorasi dan eksploitasi panas bumi.
“Dalam RTRW jelas disebutkan bahwa Bittuang termasuk kawasan rawan bencana longsor. Kami khawatir proyek geotermal justru memperbesar risiko bencana bagi masyarakat,” tegas Alharis, salah satu perwakilan aliansi.
Selain persoalan kerawanan bencana, massa juga menyinggung potensi dampak terhadap sumber air, lahan pertanian, serta kawasan hutan yang menjadi penopang ekonomi warga.
Mereka meminta DPRD dan pemerintah daerah untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan strategis yang menyangkut keselamatan masyarakat.
Perwakilan DPRD yang menerima massa aksi menyatakan akan menelaah kembali rencana tersebut, termasuk mencermati kesesuaian proyek dengan RTRW dan kajian lingkungan hidup strategis.
Ketua Komisi II DPRD Tana Toraja, Semuel Tandirerung menegaskan bahwa DPRD tidak pernah dilibatkan dalam proses kajian awal proyek tersebut.
Ia juga menekankan, apabila merugikan masyarakat, maka proyek tersebut harus ditolak.
“Prinsipnya jelas, jika merugikan masyarakat dan berpotensi membahayakan lingkungan, maka harus ditolak. Kepentingan rakyat adalah yang utama,” tegasnya di hadapan massa aksi.
Ia menyebut, DPRD memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap investasi yang masuk ke daerah tidak bertentangan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), terlebih Kecamatan Bittuang disebut sebagai kawasan rawan longsor.
"Pembangunan memang penting, namun harus memperhatikan aspek keselamatan, keberlanjutan lingkungan, serta perlindungan terhadap masyarakat adat dan sumber penghidupan warga," ujarnya
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Aliansi Masyarakat Toraja menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada kejelasan sikap pemerintah terhadap rencana pengembangan geotermal di Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja.
Penulis: Onix
