JAKARTA, oketoraja.com— Sejumlah tokoh asal Toraja turut mengawal perjuangan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Toraja Barat dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Konsolidasi Nasional Forum Koordinasi Nasional Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (FORKONAS PPDOB) se-Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Juang, Jakarta, Selasa (29/9/2026), dan dihadiri perwakilan calon daerah otonomi baru (CDOB) dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk CDOB Toraja Barat.
Forum nasional ini membahas sejumlah agenda strategis terkait penataan daerah, kesiapan pembentukan DOB, dukungan regulasi dan legislasi, pembiayaan, serta strategi percepatan pembentukan daerah otonomi baru.
Sejumlah tokoh Toraja yang hadir di antaranya Ketua DPRD Tana Toraja Kendek Rante, anggota DPRD Semuel Tandirerung, serta mantan anggota DPRD sekaligus dosen Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus, Kristian HP Lambe.
Turut hadir Ketua FORKODA Sulawesi Selatan Haji Hasbi Syamsu Ali, bersama sejumlah perwakilan CDOB di Sulawesi Selatan. Wakil Ketua FORKODA Sulawesi Selatan Sumartoyo, yang juga merupakan perwakilan CDOB Toraja Barat, turut mengikuti agenda tersebut.
Sumartoyo mengatakan, kehadiran FORKODA Sulawesi Selatan menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara perjuangan pembentukan DOB di daerah dengan agenda nasional FORKONAS PPDOB.
Menurutnya, salah satu agenda penting dalam forum tersebut adalah verifikasi dan konsolidasi data CDOB.
“Kelengkapan data dan administrasi sangat penting karena menjadi dasar untuk memetakan kesiapan setiap CDOB, termasuk menentukan klasifikasi serta langkah perjuangan pada tahap berikutnya,” ujar Sumartoyo dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).
Ia menegaskan, pihaknya mendukung keputusan dan rekomendasi yang dihasilkan dalam Rapimnas serta berharap perjuangan pembentukan DOB Toraja Barat dapat segera memperoleh kepastian.
“Kami mendukung seluruh keputusan Rapimnas dan Konsolidasi Nasional. Yang terpenting, hasil forum ini dapat dikawal bersama dan diterjemahkan menjadi langkah nyata, termasuk memastikan setiap CDOB mempersiapkan seluruh persyaratan dan data yang dibutuhkan,” katanya.
Sumartoyo menegaskan, perjuangan Toraja Barat akan terus dikawal melalui koordinasi dengan FORKODA Sulawesi Selatan, FORKONAS PPDOB, DPRD tingkat kabupaten dan provinsi, DPR RI, serta Kementerian Dalam Negeri.
“Koordinasi dengan seluruh pihak akan terus dilakukan, termasuk membangun komunikasi dengan Pemkab Tana Toraja sebagai mitra di daerah. Perjuangan ini diharapkan berjalan secara terarah, terukur, dan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.
Penulis : Onix
