Pengusaha Asal Toraja-Luwu Saltima Ri’pi Tanjong, S.Kom., MH Dukung DOB Luwu Raya: Jangan Lagi Toraja–Luwu Dianaktirikan

Pengusaha Asal Toraja-Luwu Saltima Ri’pi Tanjong, S.Kom., MH

Tanatoraja, oketoraja.com- Sejumlah tokoh masyarakat Toraja menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya. 

Dukungan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat persatuan serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah Sulawesi Selatan bagian utara.

Salah satu tokoh Toraja yang menyatakan sikap tegas adalah Saltima Ri’pi Tanjong, S.Kom., MH. Ia merupakan pengusaha asal Luwu–Toraja sekaligus Ketua Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Bogor.

Saltima Ri’pi Tanjong lahir di Hombes Bungadidi, Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara, pada 15 Mei 1978. Secara historis dan kultural, menurutnya, Toraja dan Luwu Raya memiliki hubungan yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan.

Dalam konfirmasi kepada redaksi media ini melalui WhatsApp, Saltima menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara untuk bergabung dalam Daerah Otonomi Baru Provinsi Luwu Raya.

“Secara kultur dan sosiologi, masyarakat Luwu dan Toraja adalah satu kesatuan. Saya orang Toraja asli, lahir dan besar di Luwu Utara. Saya sangat sepakat jika Luwu siap menerima Toraja,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi pembangunan di wilayah Luwu dan Toraja yang selama ini dinilai kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kita sering merasa dianaktirikan. Sudah saatnya Luwu dan Toraja bersatu karena kita satu kultur, satu tradisi, dan satu kebiasaan,” tegasnya.

Meski demikian, Saltima menekankan bahwa pembentukan Provinsi Luwu Raya harus dilandasi kesepakatan bersama seluruh daerah yang terlibat.

“Enam daerah harus sepakat, yakni empat kabupaten di Luwu Raya, Kota Palopo, serta Tana Toraja dan Toraja Utara. DPRD dan kepala daerah harus satu suara,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pembahasan pembagian peran dan kewenangan sejak awal agar tidak memicu persoalan di kemudian hari.

“Hal-hal seperti ini perlu dibicarakan sejak dini supaya tidak menimbulkan konflik ke depan,” tutupnya.


Penulis: Onix