![]() |
| Kasat Lantas Polres Tana Toraja AKP. Sarief |
Tanatoraja, oketoraja.com – Cara Kasatlantas Polres Tana Toraja AKP Sarief menindak pelanggaran lalu lintas mendapat respons positif dari warganet. Alih-alih langsung memberikan tilang, ia memilih pendekatan persuasif melalui teguran dan edukasi kepada pengendara.
Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah melalui akun resmi Kasatlantas Polres Tana Toraja. Dalam video itu, AKP Sarief terlihat menghentikan seorang pengendara sepeda motor di depan SPBU Mandetek, Makale.
Pengendara tersebut diketahui hendak menuju kebun. Namun, saat dihentikan, ia tidak mengenakan helm dan sepeda motornya menggunakan knalpot brong.
Dengan nada santai, AKP Sarief kemudian menanyakan tujuan penggunaan sepeda motor tersebut. Ia bahkan sempat bertanya apakah motor itu kerap digunakan untuk menjemput jenazah.
Pengendara kemudian menjelaskan bahwa sepeda motor tersebut hanya digunakan untuk mengantar sayuran hasil kebun.
Setelah mengetahui keperluan pengendara, AKP Sarief tidak langsung memberikan sanksi tilang. Ia justru memberikan teguran sekaligus mengingatkan pentingnya keselamatan dalam berkendara.
Pengendara diminta kembali mengambil helm sebelum melanjutkan perjalanan. Selain itu, AKP Sarief juga mengingatkan agar knalpot brong segera diganti dengan knalpot standar.
Pendekatan tersebut menuai beragam komentar positif dari warganet. Mereka menilai teguran yang disertai edukasi dapat menjadi cara yang lebih humanis dalam membangun kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.
“Begini bagus edukasinya. Tidak langsung main tilang,” tulis akun @🔹🔹Di🔹🔹.
Komentar senada disampaikan akun Boskalis B'CF.
“Nah ini yang kami maksudkan, Pak. Tegur dan kasih arahan. Semangat bertugas, Pak polisi baik,” tulisnya.
Sementara itu, akun @SOLATA_009🫡 mengapresiasi tindakan tersebut.
“Ini yang kami maksud, Pak. Tidak langsung ditilang atau motor ditahan,” tulisnya.
Akun Stefanus bahkan berharap pendekatan serupa dapat menjadi contoh bagi anggota kepolisian lainnya dalam menghadapi pelanggaran lalu lintas di lapangan.
“Ini yang harus dicontoh sama polisi yang lain. Tidak langsung main tilang, kasihan orang mau ke kebun,” tulisnya.
Respons warganet tersebut menunjukkan bahwa penegakan aturan lalu lintas tidak hanya mendapat perhatian ketika dilakukan melalui penindakan, tetapi juga ketika disertai komunikasi, teguran dan edukasi kepada masyarakat.
Bagi pengendara, pesan yang disampaikan AKP Sarief pun cukup jelas: tujuan ke kebun bukan alasan untuk mengabaikan keselamatan. Helm tetap wajib digunakan dan kendaraan harus memenuhi ketentuan teknis yang berlaku.
Penulis : Onix
